RSS Feed

Pendidikan JIwa dalam Ucapan Takbir

Pendidikan Jiwa dalam Ucapan Takbir

Ucapan takbir, “Allaahu Akbar” dalam takbiratul ihram adalah rukun yang mengawali shalat. Ucapan takbir juga menyertai transisi dari satu rukun ke rukun shalat berikutnya. Ucapan “Allaahu Akbar” dalam shalat mencakup gerakan lisan yang dibarengi gerakan mengangkat tangan – sebagaimana dicontohkan Rasulullah – dan ungkapan hati. Tidak melakukannya seperti disyariatkan berarti tidak sah shalatnya, kecuali bagi orang memiliki udzur. Orang yang bisu cukup mengungkapkannya dengan hati dibarengi gerakan tangan. Orang yang tidak memiliki tangan atau memiliki ketidaknormalan di tangannya, baik karena bawaan atau karena insiden saja, maka cukup dengan lisan dan hatinya.

Ucapan takbir, “Allaahu Akbar” merupakan salah satu kalimat thayyibah yang diucapkan oleh muadzdzin ketika mengumandangkan adzan. Ucapan takbir juga dapat diucapkan dalam berbagai tempat dan kesempatan di luar adzan dan shalat, kecuali di tempat dan kesempatan yang terlarang. Saat menyaksikan fenomena yang mengagumkan, bertakbirlah. Saat mendapatkan surprise, bertakbirlah. Saat menaiki tanjakan, bertakbirlah. Saat berbahagia, bertakbirlah.

Syariat bertakbir adalah pendidikan dari Allah untuk membangun jiwa agar tidak sombong. Agar tidak besar hati dan ponggah. Agar tidak merasa paling segalanya. Agar tidak merasa paling cantik dan ganteng. Agar tidak merasa paling cerdas dan pintar. Agar tidak merasa paling kaya dan memiliki segalanya. Agar tidak merasa paling agung dan mulia.

Pada saat lisan mengucapkan takbir, “Allaahu Akbar”, maka seharusnya semua kesombongan dalam jiwa itu hancur. Luluh lantah ditimpa oleh kekuatan iman dalam   jiwa saat mengagungkan Allah. Jiwa tunduh kepada segala titah Sang Pemilik Keagungan, yaitu Allah. Segala penolakan terhadap segala perintah untuk taat kepada Allah adalah sombong. Segala bentuk penghinaan dan merendahkan ciptaan Allah juga sombong. Siapapun yang menolak kebenaran dari Allah dan merendahkan serta menghinakan makhluk ciptaan-Nya berarti dia sedang mengdeklarasikan diri sebagai yang “Akbar”. Dengan kata lain, dia mensejajarkan diri dengan Allah.

Ucapan takbir tidak bisa digantikan oleh ucapan lain. Allah sudah mengajarkannya kepada kita untuk mudah mengucapkannya. Maka, mari sama-sama belajar untuk membelajarkan jiwa dalam setiap takbir yang kita ucapkan. Semoga kita tidak termasuk makhluk yang terkutuk karena kesombongan kita. Sebagaimana syetan dikutuk karena kesombongannya.

Fri, 12 Sep 2014 @07:40


2 Komentar
image

Sat, 13 Sep 2014 @18:45

abdul

sungguh besar keagungan mu ya robbii, ....

image

Thu, 18 Sep 2014 @09:14

Asri Maidah

subhanalloh ><


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Welcome
image

Daris Tamin

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Copyright © 2018 daristamin.com · All Rights Reserved