RSS Feed

Bahagia dalam Iman

Bahagia adalah suatu keadaan senang atau perasaan tenteram.  Bebas dari segala sesuatu yang menyusahkan dan membelenggu raga maupun jiwa. Secara fitrah, naluri manusia akan selalu mencari kebahagiaan. Jalan terjal nan berliku akan dilalui. Halangan dan rintangan akan dihadapi. Apapun akan dilakukan demi kebahagiaan diri dan orang-orang yang dicintai.

Kebahagiaan adalah hak yang sangat mendasar bagi manusia. Kehilangan kebahagiaan sama saja dengan lenyapnya kehidupan. Tidak sedikit, orang rela mati karena tidak mendapatkan kebaha-giaan dalam hidupnya.

Ada yang mengatakan bahwa kebahagiaan bukan tujuan, melain-kan proses. Dikatakan proses, karena kebahagiaan bersifat fluktuatif, naik-turun dan timbul-tenggelam. Terlepas sebagai tujuan maupun proses, tetap saja kebahagiaan itu sesuatu yang didambakan oleh setiap insan.

Kebahagiaan memiliki ragam dimensi subjektif dan unik. Setiap orang akan merasakannya dari dalam sudut pandang dan nuansa yang berbeda-beda. Tak jarang seseorang sangat merasa bahagia karena dapat membuat orang lain berbahagia.

Bagi setiap mukmin, baik laki-laki maupun perempuan, kebaha-giaan hakikatnya adalah amalan hati yang harus diekspresikan sesuai dengan tuntunan syariat. Perasaan bahagia bukan sesuatu yang akan dibiarkan berlalu tanpa jejak. Kebahagiaan adalah sesuatu yang akan dimintai tanggung jawab.

Jawaban atas pertanyaan tentang alasan, mengapa seseorang merasa bahagia adalah sebab yang akan mengantarkannya untuk memasuki salah satu dari dua tempat tinggal, surga atau neraka.

Surga adalah destinasi akhir dari kebahagiaan abadi. Kese-nangan dan ketenangan yang melimpah dan bertembah-tambah ada di dalamnya. Adapun neraka, ia adalah tempat di mana keba-hagiaan akan lenyap terbakar. Tidak ada ketenangan di dalamnya, bahkan setitik zarah sekali pun.

Hakikat kebahagiaan bagi orang yang beriman tentu terikat dalam keimanannya kepada Allah. Jika lepas dari keimanan, maka kebahagiaan tersebut menjadi fatamorgana. Seperti ada tetapi sebenarnya tidak ada. Kosong tanpa isi. Ringan tanpa bobot apa pun.

Tidak dapat dipungkiri bahwa seorang mukmin pun suka pada dunia dengan segala perhiasannya. Naluri bahagia akan datang jika ia berhasil mendapatkannya. Tetapi, kebahagiaan tersebut menjadi tidak bermakna sama sekali ketika melampaui batas-batas yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Bahagia dalam iman adalah perasaan senang dan tenteram ketika melaksanakan ketaatan pada perintah Allah dan Rasul-Nya. Bebas dari perasaan terbebani dan terbelenggu ketika menjauhi dan meninggalkan larangan Allah dan Rasul-Nya.

Model kebahagiaan dalam iman dan ketaatan akan berbuah surga. Allah telah memberikan kabar gembira dalam QS. Hud [11]: 108, yang artinya: “Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada lamgit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tidak ada putus-putusnya.”

Sat, 30 Sep 2017 @22:07


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 1+1+1

Welcome
image

Daris Tamin

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Copyright © 2018 daristamin.com · All Rights Reserved