RSS Feed

Ikhtiar Menjadikan Anak Wasilah Cinta Ilahi (1)

Pendahuluan

Anak adalah karunia Allah. Manusia tidak memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan memiliki anak. Allah yang Maha Kuasa memberikan anak kepada manusia. Allah pula yang membenamkan rasa cinta kepada anak. Kecintaan yang mendalam, setara dengan kecintaan manusia pada pasangannya, harta, dan kehormatan serta kemuliaan dirinya sendiri.  

Anak adalah pelita hati dan cahaya di mata. Penyejuk jiwa dan pelecut motivasi dalam mengarungi dunia. Tawanya mengundang haru bahagia. tangisannya memicu kecemasan dan kekhawatiran. Itulah anak karunia Allah. Kehadirannya memberikan warna yang indah dalam kehidupan.

Tak sedikit orang yang terpesona atas karunia anak di tengah kehidupannya. Banyak yang lupa pada sisi lain dari anaknya, bahwa ia adalah cobaan. Demi anak, orang tua terperdaya hingga terlepas jauh dari mendekatkan diri pada Allah. Padahal, hakikat anak adalah wahana untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Siapa saja yang menyadari hakikat anak sebagai wasilah untuk mendapatkan cinta dan ridho Allah, maka ia berkesempatan untuk mendapatkan dua kebahagiaan. Pertama, kebahagiaan dalam keberkahan hidup di dunia bersama keluarga. Kedua, kebahagiaan di akhirat, yaitu masuk Surga bersama-sama.

Dalil Alquran

Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, (QS. Asy-Syura [42]: 49).

Allah  menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah ?" (QS. An-Nahl [16]: 72).

Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.  (QS. At-Taghabun [64]: 15).

Dan adapun anak muda itu, maka keduanya adalah orang-orang mukmin, dan kami khawatir bahwa dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran. (QS. Al-Kahfi [18]: 80).

Dan bukanlah harta dan anak-anakmu yang mendekatkan kamu kepada Kami; melainkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebaikan, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda atas apa yang mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam Surga). (QS. Saba [34]: 37).

pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya. (QS. Abasa [80]: 34-37).

Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah  adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah. (QS. Luqman [31]: 33).

Wed, 8 Jan 2020 @15:25


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Welcome
image

Daris Tamin

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Copyright © 2020 daristamin.com · All Rights Reserved