RSS Feed

Cara Lain Meneliti Tapi Tetap di Rumah (1)

Pengantar

Bagi sebagian mahasiswa semester akhir, perkuliahan di luar kelas karena libur Covid-19 sampai akhir semester menjadi dilema tersendiri. Terlebih bagi mereka yang belum sampai pada tahap pengumpulan data dari lapangan, masa-masa social distancing yang terus diperpanjang waktunya sampai batas waktu yang belum pasti menimbulkan kekhawatiran yang kian dirasakan berat.

Riset pada bidang ilmu tertentu lazimnya menuntut turun ke lapangan. Pendekatan riset kuantitatif maupun kualitatif, keduanya tetap menuntut pengumpulan data dari lapangan. Bagi sebagian penelitian, sesuai dengan tema penelitiannya, boleh jadi pengumpulan data melalui kuesioner secara online, baik di Qualtrics; SoGoSurvey; Zoho Survey; Survey Monkey; Google Form, atau sejenisnya. Tapi, untuk tema tertentu, kuesioner tetap harus disebarkan secara konvensional atau face-to-face.

                Pengumpulan data secara online memang memiliki keunggulan, di antaranya: rendah biaya; akses data otomatis dan real-time; waktu yang cepat; kenyamanan responden; dan minim terjadinya error. Namun, tak ada gading yang tak retak, data gathering secara online juga memiliki kekurangan atau kelemahan, di antaranya: memungkinkan terbatasnya jumlah sampel dan/atau responden; link terhapus; screening yang lemah; dan perilaku cheating (curang).

                Pada situasi yang normal, sebenarnya memungkinkan mengumpulkan data tanpa harus keluar rumah. Riset-riset bernuansa kajian teks, analisis konten, analisis dirkursus, dan sebagainya sudah diterapkan oleh banyak peneliti sesuai dengan bidang ilmu dan tema yang sesuai. Hanya karena tidak berkutat dengan angka-angka statistik dan formula-formula statistika, sebagian kalangan mengelompokkan riset melalui kajian teks tersebut ke dalam penelitian kualitatif. Sementara sebagian kalangan yang lain, tidak memasukkan riset teks pada kategori kualitatif apalagi kuantitatif.

Meta Analisis

Pengumpulan data dalam riset kuantitatif dan kualitatif yang lazimnya diambil dari lapangan, baik secara konvensional maupun daring, memungkinkan juga dilakukan tanpa harus membuat kuesioner dan menyebarkannya. Riset kuantitatif tanpa ke lapangan dapat dilakukan dengan metode meta analisis. Pendekatan metode ini berusaha mengkombinasikan atau menggabungkan beberapa hasil penelitian kuantitatif secara statistik.

                Penggabungan ini berbeda dengan literature review atau state of the art review yang biasa dilakukan pada bagian konseptualisasi atau tinjauan pustaka yang bersifat naratif. Meta analisis dilakukan dengan secara terencana untuk mengkritisi dan mengevaluasi dua hasil penelitian atau lebih untuk dicari korelasinya, atau mencari bias metodologi atau kekuatan desain eksperimen masing-masing.

                Pada dasarnya, meta analisis tidak memiliki data dasar penelitian tetapi menggunakan data dari penelitian yang sudah dilakukan. Tujuan meta analisis sama saja dengan penelitian pada umumnya, boleh jadi dilakukan untuk menemukan kekuatan hubungan maupun besaran perbedaan antarvariabel. Mungkin juga untuk menarik kesimpulan (inferensi) dari sampel untuk populasi dengan uji hipotesis (nilai p); tidak mustahil untuk mengontrol variabel rancu yang potensial mengganggu signifikansi statistik dari hubungan atau perbedaan.

                Nadim Cogaltay dan Engin Karadag mengutip beberapa pengertian metode ini, bahwa meta analisis adalah:  

  1. as a means of summarizing and combining the quantitative results of research (Glass, McGaw, & Smith, 1981);
  2. as a method used to reach the quantitative effect size based on individual studies (Durlak, 1995);
  3. The metaanalysis method differs from other quantitative review methods that attempt to test the correctness of hypotheses (Littel et al., 2008);
  4. the method of conducting a statistical analysis of the research findings of many independent studies conducted on a certain topic (Borenstein et al., 2009; Cohen, Manion, & Morrison, 2007; Glass, 1976; Hedges & Olkin, 1985; Littel et al., 2008; Petitti, 2000).[1]

Lory B. Shelby dan Jerry J. Vaske menjelaskan bahwa, “A single well-accepted definition or a single correct way to conduct a meta-analysis does not exist. What constitutes a “true” meta-analysis is debatable.[2]” Singkatnya, sebenarnya tidak definisi tunggal yang diakui benar karena semuanya yang menjadi perdebatan. Terlepas masih menjadi perdebatan, meta-analisis menggunakan banyak pendekatan kuantitatif dan formula statistik dari beberapa temuan penelitian. Nadim Cogaltay dan Engin Karadag  menegaskan bahwa tidak ada peneliti yang perlu menjadi ahli dalam semua jenis dan formula statistik untuk semua jenis meta-analisis. Namun, jika peneliti kurang akrab, setidaknya dengan beberapa konsep utama meta analisis, maka hasil yang benar mungkin tidak dapat diperoleh[3].

Perry dan Hammond menjelaskan langkah-langkah umum penelitian meta analisis adalah sebagai berikut: (1) Mengidentifikasi pertanyaan penelitian; (2) Mengembangkan protokol penelitian meta-analisis; (3) Menetapkan lokasi data-base hasil penelitian sebagai wilayah pencarian; (4) Seleksi hasil-hasil penelitian yang relevan; (5) Memilih hasil-hasil penelitian yang berkualitas; (6) Ekstraksi data dari studi individual; (7) Sintesis hasil-hasil penelitian dengan metode meta-analisis; (8) Penyajian hasil penelitian dalam laporan penelitian hasil meta-analisis[4].

Seorang peneliti mungkin saja menggunakan belasan atau bahkan puluhan hasil penelitian untuk memenuhi persyaratan meta analisis. Hasil-hasil penelitian tersebut biasanya diakses dari situs-situs penyedia basis data hasil penelitian sepert: Directory of Open Access Journals/DOAJ (https://doaj.org/); Microsoft Academic (https://academic.microsoft.com); Google Scholar (https://scholar.google.com); Academia (https://www.academia.edu); Research Gate (https://www.researchgate.net); ProQuest (https://www.proquest.com/); Ebsco (https://www.ebsco.com); ScienceDirect (https://www.sciencedirect.com); dll.  

Selain Google Scholar yang menyediakan layanan dalam bahasa Indonesia melalui Google Cendekia, peneliti dapat mengakses melalui pintu-pintu masuk melalui: Indonesian Publication Index (http://id.portalgaruda.org); Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (http://e-resources.perpusnas.go.id), dan perpustakaan-perpustakaan digital (digital library/digilib) atau masuk dulu ke gudang-gudang penyimpanan data hasil penelitian di repository-repository berbagai perguruan tinggi, lalu dianalisis.

 

 

 

 

 

 

 


[1] Nadim Cogaltay & Engin Karadag, Introduction to Meta-Analysis, https://www.researchgate. net/publication/285576981_Introduction_to_Meta-Analysis, DOI: 10.1007/978-3-319-14908-0_2, diakses pada 14 April 2020.

[2] Lory B. Shelby & Jerry J. Vaske, Understanding Meta-Analysis: A Review of the Methodological Literature,https://www.researchgate.net/publication/248982235_Understanding_MetaAnalysis_A_Review_of_the_Methodological_Literature, DOI: 10.1080/01490400701881366, diakses pada 14 April 2020.

[3] Nadim Cogaltay & Engin Karadag, ibid.

[4] Vina Winda Sari, Determinan dan Konsekuensi  Modal Kerja: Sebuah Meta Analisis, Jurnal Studi Akuntansi dan Keuangan, Vol 1., No. 1., hlm. 2.  

Tue, 14 Apr 2020 @22:38


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Welcome
image

Daris Tamin

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Copyright © 2020 daristamin.com · All Rights Reserved